Karya yang menembus makna syurgawi, karya yang tak terkungkung oleh ruang, dan karya yang takkan aus di makan sang waktu

teater sangkala

teater sangkala

Kamis, 18 September 2014

SINOPSIS NASKAH DRAMA TRAGEDI KLASIK "KESAKSIAN BAWAH TANAH" Karya Mohammad YDS

Sinopsis
Cerita ini berawal dari tertangkapnya sembilan orang pejuang Islam oleh pihak Belanda, yakni Kyai Kanjeng Jafar As-Sidiq, Raden Mas Sugeng Karyowongso, Suryo Prayogo, Said Sastrodiwongso, Syarifudin, Nyi Mas Atikah, Nyi Aisyah, Raden Sri Ayu, dan Nyi Ajeng Maemunah. Mereka ditangkap oleh pihak Belanda karena mereka dituduh melawan terhadap Pemerintahan Belanda VOC pada saat itu. Mereka dituduh menyebarkan ajaran Islam kepada rakyat di wilayah Slarong, sehingga mereka ditangkap dan dipenjarakan di dalam Penjara Bawah Tanah.
Di dalam penjara bawah tanah mereka mengalami berbagai penindasan dan penyiksaan baik Fisik maupun Psikis. Mereka dipaksa untuk mengakui kesalahan yang sebenarnya mereka tidak lakukan serta mereka dipaksa untuk berhenti menyebarkan syi’ar dan meninggalkan ajaran Islam yang telah menjadi keyakinan mereka, namun jiwa kepatriotan mereka serta Keimanan dan ketaqwaan yang mereka miliki tak mematahkan setiap ancaman dan siksaan yang mereka alami, walau nyawa sebagai taruhannya.
Kecuali Sugeng, seorang adipati yang dipercaya akan melanjutkan perjuangan malah bersikap menjadi seorang pengkhianat, setelah beberapa hari mengalami penyiksaan Sugeng menyerah dan berkhianat serta mengakui kesediaanya untuk bergabung bersama pihak VOC dan menyatakan kemunafikannya terhadap Perjuangan yang selama ini mereka perjuangkan.
Akhirnya satu persatu dari para pejuang yang tersisa pun gugur dibunuh oleh pihak Belanda dan Sugeng pun pada akhirnya mati di Tangan Mayor Van Den Boars.
Pemain :
1. Kiyai Kanjeng Jafar As-Sidiq
2. Raden Mas Sugeng Karyowongso
3. Suryo Prayogo
4. Syarifudin
5. Nyi Mas Atikah
6. Nyi Aisyah
7. Raden Sri Ayu
8. Nyi Ajeng Maemunah
9. Mbok Saimah
10. Jenderal Van Heutzs
11. Mayor Van Den Burts
12. Kapten Voormen Hook
13. Pengawal
14. Pengawal
15. Adipati Demang Kusumo
16. Centeng